13 Desember 2011,,,Semua mahasiswa Sistem Informasi 2011,khususnya kelas A dan B melihat bersama film Gung HO dalam rangka mata kuliah Ketrampilan Interpersonal.
Saya akan mengulas sedikit film GUNG HO untuk teman-teman,,heheheheheh...........
Gung Ho bukanlah bahasa dari jepang ataupun inggris melainkan bahasa cina yaitu “bekerja bersama”. Filem ini di rilis pada tahun 1968 yang dibintangi oleh Michael Keateon dan Gedde Watanabe. Film ini mengambarkan pengambilalihan sebuah perusahaan mobil amerika yang sudah bangkrut dan diambil alih oleh Assan Mobile yaitu perusahaan dari jepang dan juga mengungkapkan perbedaan antara pendekatan bisnis antara perusahaan amerika dan perusahaan jepang.
Alur cerita ini didasarkan sang seorang actor utama micheal Keaton yang ingin meningkatkan kesejahteraan kotanya yaitu Midwestern dengan cara mencari perusahaan mobile di jepang agar mereka membantu untuk meningkatkan lagi penghasilan, pabrik di kotanya adalah sumber penghasilan dari masyarakat disitu. Ia mengelilingi jepang untuk mendapatkan investor dalam bidang perusahaan mobil yaitu ASSAN MOBILE dan mempersentasikan untuk melanjutkan produksi ke Midwestern. Usahanya berhasil dan bisa mempengaruhi perusahaan untuk beroperasi di di amerika tetapi team manajemen jepang dikirim untuk membantu, membimbing, dan memonitoring pekerja amerika. Para perkerja jepang berkoloborasi untuk membentuk perusahaan yang solid dengan cara orang jepang. Meskipun pabrik kembali mulai beroprasi mereka sangat kurang ditambah dengan jam kerja mereka yang banyak.
Perbedaan budaya membuat rintangan dan kesalahpahaman dalam film tersebut. Menejemen jepang menuntut produktivitas lebih banyak dari pada kepentingan pribadi kehidupan karyawannya. Jika tingkat produktivitas kurang memenuhi standard maka mereka diharuskan untuk bekerja lembur tanpa upah tambahan. Pekerja jepang akan merasa malu apabila target itu tidak tercapai dan berusaha lebh keras lagi. Fokusnya mereka hanya pada produktivitas dan kualitas mereka harus tetap terjaga. Hal ini tidak dikenal oleh para pekerja amerika, yang menyebabkan mereka(menejer jepang) gelisah. Hubungan antara tim menejemen jepang dan amerika rusak dikarenakan budaya. Keaton digambarkan sebagai penghubung antara tim menejemen jepang dan pekerja amerika, Keaton berusaha menjelaskan dengan caranya sendiri ke para pekerja, dan dia juga bertugas untuk menyampaikan saran dari pekerja untuk tim manajemen jepang. Awalnya berjalan dengan baik, tetapi planning Keaton tidak berjalan dengan baik, dan Keaton akhirnya mengadakan diskusi untuk membuat kesepakatan dengan mereka, dan akhirnya Keaton mendiskusikan dengan para pekerja. Keaton menganggap target yang diberikan oleh mereka sangat berat dan dirasa tidak mungkin untuk dikerjakan dan akhirnya Keaton berbohong tentang kenaikan upah, apabila target dari sang menejemen jepang terpenuhi maka gaji pekerja akan naik. Wal hasil sebau-baunya bangkai pasti akan terungkap juga, pekerja melakukan mogok kerja diakibatkan oleh Keaton yang telah berbohong kepada pekerja. Dan akhirnya pabrik itu akan ditutup, tetapi Keaton masih berinisiatif untuk tatap mempertahankan pabrik itu dengan cara apapun dengan cara ia bekerja dengan Kozihiro. Dan akhirnya para pekerja pun juga mengkutinya, akhirnya target itu pun terselesaikan dengan cara Keaton dan Kozihiro sendiri.
Berikut ini adalah analisa dari film gung ho yang sudah saya lihat :
1. ANALISIS KARAKTER SWOT PEKERJA AMERIKA
1. Strength : bisa menciptakan kesepakatan
2. Weakness : kesepakatan itu bisa menimbulkan efek negative apabila salah dalam pengambilan jalan keluar
3. Oportunities : mengangkat pamor atau popularitas sebuah daerah dan dapat memberi pekerjaan kepada masyarakat lain.
4. Threat : masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri dan bercampurnya budaya asing, dapat menciptakan konflik diantara mereka.
2. ANALISIS KARAKTER SWOT MANEJEMEN JEPANG
1. Strength : kedisiplianan adalah hal utama, berorientasi kepada produktifitas
2. Weakness : lebih mementingkan produktifitas dari pada kepentingan lain.
3. Oportunities : pertumbuhan produksi lebih banyak
4. Threat : rentan dengan konflik budaya.
3. ANALISIS SWOT GABUNGAN
1. Strength : kedisiplinan dan menciptakan kesepakatan yang baik
2. Weaknes : produktifitas dalam pengambilan jalan keluat sangat mungkin akan timbul
3. Oportunities : pertumbuhan ekonomi akan semakin baik
4. Threat : kurangnya kesalahpaham antara pekerja dan pihak menejemen.
4. Krisis yang terjadi dan penyelesaiannya
Krisis yang dihadapkan pada film ini adalah Building Crisis, yakni krisis yang terjadi lebih terfokus pada persoalan internal. Perlu diingat bahwa meskipun perusahaan memiliki peraturan kerja tersendiri, namun akibat dari suatu kebijaksanaan yang diambil berdasar peraturan itu kadang-kadang dipandang merugikan kelompok orang-orang tertentu.
Cara yang baik untuk menyelesaikan adalah dengan cara merubah sedikit kultural budaya yang akan di bawa ke Negara lain, karena kita harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dan kita harus terbuka dengan pendapat orang lain, karena belum tentu pendapat orang lain itu buruk.
5. CARA STEVENSON HUNT MENYELESAIKAN MASALAH
Pertama dia berkata jujur kepada semua pekerja agar masalah itu tidak terlalu parah dan demi kebaikan hunt juga, kedua dia mendekati para menejer supaya mendapat kepercayaan yang lebih untuk menyelesaikan masalah atau berdiplomasi.
6. Jika saya menjadi hunt
Saya akan menanamkan jiwa percaya diri kepada para pekerja dan menamkan etos kerja yang baik tanpa menghapus kepentingan pribadi yang sangat mendesak.
7. Lebih baik mana amerika atau jepang
Menurut saya dilihat dari etos kerja maka saya memilih jepang akan tetapi mereka menyampingkan kehidupan pribadi dan tidak mau di campur adukan kedalam pabrik,
Sedangkan amerika mereka lebih fleksibel dalam bekerja, tidak mau terikat aturan - aturan yang terlalu keras.
saya memilih amerika.
8. Pembelajaran yang didapat
Kita sebagai manusia yang fleksibelitas kita harus dapat menentukan dan mengkondisikan dalam keadaan apapun supaya kita tidak dianggap aneh, kita juga harus mempunyai etos kerja yang tinggi supaya kita mendapat amanah yang tinggi dan mendapatkan hasil yang baik juga. Harus mampu bersosialisai dengan siapa saja, kita tidak boleh selalu mengedepankan produktifitas tetapi kita harus menjaga kualitas dalam bekerja.



0 comments:
Posting Komentar