Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

Public Speaking


Jumat,16 Desember 2011,Semua mahasiswa yang mengambil mata kuliah Ketrampilan Interpersonal mendapat pembelajaran tentang Public Speaking,dimana kita semua diajarkan untuk berani berbicara di depan orang umum atau orang banyak.
Disini saya akan menjelaskan banyak tentang Public Speaking,


Banyak tokoh yang terkenal dan menorehkan sejarah dunia, bukan karena kekayaan atau jabatannya, melainkan karena kemampuan mereka dalam hal menginspirasi jutaan orang. Kemampuan inilah yang dinamakan dengan public speaking. Mengikuti perkembangan zaman, kemampuan ini mungkin tidak dapat membuat kita melakukan hal yang sama seperti tokoh-tokoh terdahulu. Akan tetapi, hampir dipastikan kemampuan ini mampu membawa kita memperoleh kesuksesan di berbagai bidang.
Di Indonesia sendiri, masyarakat cenderung menghargai dan menerima seseorang yang mampu menyampaikan ide-idenya dalam bahasa yang dimengerti oleh publik. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan komunikasi, khususnya public speaking, menjadi kemampuan yang mutlak harus dimiliki setiap individu agar mampu bersaing di zaman yang semakin dinamis.

Tujuan public speaking tidak terlepas dari tujuan komunikasi, yaitu menyampaikan pesan atau ide kepada publik dengan metode yang sesuai sehingga publik bisa memahami pesan atau ide, dan kemudian memperoleh manfaat dari pesan tersebut. Sehubungan dengan ini seorang public speaker pun dituntut untuk mampu memilih metode yang tepat untuk menyampaikan pesannya.

Metode public speaking[1] yang dimaksud dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  1. Impromptu speech, artinya seseorang untuk menyampaikan gagasannya tidak melakukan banyak persiapan. Dengan kata lain seorang public speaking bekerja secara mendadak.
  2. Manuscript speech, artinya seseorang dapat melihat naskah saat menyampaikan gagasannya. Dalam hal ini saya sertakan contoh naskah yang dapat dibaca oleh seorang perwakilan mahasisawa dalam penerimaan dan perpisahan mahasiswa KKP. (Lampiran 1 dan Lampiran 2)
  3. Extemporaneous speech, artinya seseorang tanpa menggunakan naskah dapat menyampaikan gagasannya dengan lebih informatif dan komunikatif. Dalam hal ini pembicara bebas berimprovisasi.
Selain itu, untuk menjadi seorang public speaker yang baik harus mempuyai kepercayaan diri yang tinggi, persiapan yang optimal, penguasaan kata-kata yang baik, kontak mata dan gerak tubuh yang baik, dan kemampuan mengendalikan audiens.

Strategi dan persiapan yang baik sebelum berbicara di depan publik
Tugas seorang public speaker adalah menyampaikan ide kepada audiens dan ide tersebut berpotensi untuk mempengaruhi tindakan audiens. Untuk itu, sangat diperlukan persiapan yang optimal sebelum melakukan presentasi di depan audiens.  Saya merangkum strategi dan persiapan tersebut dalam lima hal, yaitu:
  1. Pengenalan Audiens
Pengenalan audiens dapat membekali kita dalam memilih bahan, menyusun, dan menyajikannya dengan strategi yang tepat. Hal ini dikarenakan pengetahuan kita tentang publik akan menjadi konkret.
Untuk mengenali calon audiens, terdapat hal-ha umum dan khusus yang perlu diperhatikan, antara lain:
  1. Hal umum
Jumlah audiens, rentang usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, agama, sosial-politik-ekonomi, dan adat budaya.
  1. Hal khusus
-          Perhatikan motivasi kedatangan audiens
-          Perhatikan tingkat pengetahuan auidens
-          Perhatikan kemungkinan reaksi atau sikap audiens
  1. Pengorganisasian Materi


Semakin banyak informasi yang dapatkan maka akan semakin baik persiapan materinya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:
-          Mengetahui informasi yang dibutuhkan
-          Mengetahui sumber informasi
-          Memilih beberapa informasi dari beberapa kumpulan yang telah didapatkan
-          Menyusun struktur materi
  1. Pengenalan Tempat
Seorang pembicara yang baik akan mengenali terlebih dahulu medan dimana ia akan berbicara. Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-          Hadir sekurang-kurangnya satu jam sebelum acara dimulai untuk melihat kondisi fisik secara keseluruhan
-          Pastikan posisi saat akan berbicara
-          Perhatikan outdoor atau indoor
-          Perhatikan syarat kebutuhan anda untuk berbicara, seperti kelengkapan audio visual
  1. Penampilan Fisik
Audiens cenderung akan memberikan penilaian ketika mendapat kesan pertama yang diberikan oleh pembicara. Maka dari itu, banyak hal yang harus diperhatikan secara mendetil, antara lain:
-          Kerapian, kebersihan, dan kesesuaian pakaian
-          Kenampakan fisik saat tampil, seperti
  • Berdiri santai tetapi tegap
  • Kaki harus rapi dan terlihat sopan
  • Keadaan tangan santai dan dapat melakukan gerakan yang seproporsional mungkin
  • Wajah terlihat meyakinkan tetapi tidak tegang


Teknik-teknik public speaking
Untuk menjadi pembicara yang menarik dan dapat memberikan pengaruh bagi pendengar, diperlukan teknik-teknik public speaking,antara lain:
A. Teknik Ice Breaking
-          Pembukaan yang menarik
Pembukaan adalah impresi pertam, artinya hal itu dapat mempengaruhi pandangan audiens terhadap public speaker selama presentasi. Sesingkat apapun waktu untuk melakukan presentasi, pembukaan tetaplah harus penuh kehangatan. Pembukaan dapat dilakukan dengan sebuah ilustrasi atau cerita yang sedang marak, tetapi relevan dengan topik pembiaraan. Saat menyampaikannya, tunjukkan wajah yang bersahabat, ramah, dan dekat.
-          Gunakan Joke
Humor kemungkinan mengandung resiko. Hal ini dikarenakan oleh sifatnya yang universal, sedangkan selera tiap individu sanagt personal dan individual. Tetapi, meskipun mengandung resiko humor yang baik dapat menjadi awal yang efektif untuk mencari perhatian para pendengar. Bahan-bahan joke sangat luas, karena dapat diambil dari berbagai cerita, kasus sehari-hari, gambar iklan, pengalaman orang lain, hasil riset, dan sebagainya.
B.  Teknik Vokal
Penyampaian vokal yang baik didapatkan apabila seorang public speaking menguasai tiga hal berikut:
-          Pernapasan
Posisi yang baik untuk mengontrol pernapasan adalah berdiri tegak agar memberikan ruang yang lebih baik kepada paru-paru. Untuk berbicara di depan publik, diperlukan ruang suara yang solid agar dapat menyampaikan kalimat yang panjang pada volume suara yang benar.
-          Volume
Keberhasilan dalam berbicara tidak selalu ditentukan oleh kerasnya suara. Volume suara ketika berbicara di depan publik hanya sedikit lebih keras dari volume berbicara sehari-hari. Berbicara dengan volume keras hanya diperlukan pada bagian-bagian tertentu saja. Selebihnya, berbicara keras terlalu sering dapat menyebabkan tenggorokan rusak dan audiens pun bosan.
-          Ekspresi vokal
Ekspresi adalah faktor penting dalam pengolahan suara. Suara yang baik akan lebih berarti jika disertai dengan ekspresi yang tepat. Ekspresi terdiri dari tiga komponen, yaitu: a) pitch, faktor tinggi rendahnya suara, b) pace,faktor kecepatan berbicara, c) phrasing,faktor kecakapan memenggal kalimat, dan disertai dengan jeda.
Read more »

Rabu, 14 Desember 2011

Film penuh tantangan

13 Desember 2011,,,Semua mahasiswa Sistem Informasi 2011,khususnya kelas A dan B melihat bersama film Gung HO dalam rangka mata kuliah Ketrampilan Interpersonal.

Saya akan mengulas sedikit film GUNG HO untuk teman-teman,,heheheheheh...........



Gung Ho bukanlah bahasa dari jepang ataupun inggris melainkan bahasa cina yaitu “bekerja bersama”. Filem ini di rilis pada tahun 1968 yang dibintangi oleh Michael Keateon dan Gedde Watanabe. Film ini mengambarkan pengambilalihan sebuah perusahaan mobil amerika yang sudah bangkrut dan diambil alih oleh Assan Mobile yaitu perusahaan dari jepang dan juga mengungkapkan perbedaan antara pendekatan bisnis antara perusahaan amerika dan perusahaan jepang.
Alur cerita ini didasarkan sang seorang actor utama micheal Keaton yang ingin meningkatkan kesejahteraan kotanya yaitu Midwestern dengan cara mencari perusahaan mobile di jepang agar mereka membantu untuk meningkatkan lagi penghasilan, pabrik di kotanya adalah sumber penghasilan dari masyarakat disitu. Ia mengelilingi jepang untuk mendapatkan investor dalam bidang perusahaan mobil yaitu ASSAN MOBILE dan mempersentasikan untuk melanjutkan produksi ke Midwestern. Usahanya berhasil dan bisa mempengaruhi perusahaan untuk  beroperasi di di amerika tetapi team manajemen jepang dikirim untuk membantu, membimbing, dan memonitoring pekerja amerika. Para perkerja jepang berkoloborasi untuk membentuk perusahaan yang solid dengan cara orang jepang. Meskipun pabrik kembali mulai beroprasi mereka sangat kurang  ditambah dengan jam kerja mereka yang banyak.
Perbedaan budaya membuat rintangan dan kesalahpahaman dalam film tersebut. Menejemen jepang menuntut produktivitas lebih banyak dari pada kepentingan pribadi kehidupan karyawannya. Jika tingkat produktivitas kurang memenuhi standard maka mereka diharuskan untuk bekerja lembur tanpa upah tambahan. Pekerja jepang akan merasa malu apabila target itu tidak tercapai dan berusaha lebh keras lagi. Fokusnya mereka hanya pada produktivitas dan kualitas mereka harus tetap terjaga. Hal ini tidak dikenal oleh para pekerja amerika, yang menyebabkan mereka(menejer jepang) gelisah. Hubungan antara tim menejemen jepang dan amerika rusak dikarenakan budaya. Keaton digambarkan sebagai penghubung antara tim menejemen jepang dan pekerja amerika, Keaton berusaha menjelaskan dengan caranya sendiri ke para pekerja, dan dia juga bertugas untuk menyampaikan saran dari pekerja untuk tim manajemen jepang. Awalnya berjalan dengan baik, tetapi planning Keaton tidak berjalan dengan baik, dan Keaton akhirnya mengadakan diskusi untuk membuat kesepakatan dengan mereka, dan akhirnya Keaton mendiskusikan dengan para pekerja. Keaton menganggap target yang diberikan oleh mereka sangat berat dan dirasa tidak mungkin untuk dikerjakan dan akhirnya Keaton berbohong  tentang kenaikan upah, apabila target dari sang menejemen jepang terpenuhi maka gaji pekerja akan naik. Wal hasil sebau-baunya bangkai pasti akan terungkap juga, pekerja melakukan mogok kerja diakibatkan oleh Keaton yang telah berbohong kepada pekerja. Dan akhirnya pabrik itu akan ditutup, tetapi Keaton masih berinisiatif untuk tatap mempertahankan pabrik itu dengan cara apapun dengan cara ia bekerja dengan Kozihiro. Dan akhirnya para pekerja pun juga mengkutinya, akhirnya target itu pun terselesaikan dengan cara Keaton dan Kozihiro  sendiri.
Berikut ini adalah analisa dari film gung ho yang sudah saya lihat :
1.      ANALISIS KARAKTER SWOT PEKERJA AMERIKA
1.    Strength            : bisa menciptakan kesepakatan
2.    Weakness          : kesepakatan itu bisa menimbulkan efek negative apabila salah dalam pengambilan jalan keluar
3.      Oportunities    : mengangkat pamor atau popularitas sebuah daerah dan dapat memberi pekerjaan kepada masyarakat lain.
4.      Threat               : masuknya pendatang baru terutama dari luar negeri dan bercampurnya budaya asing, dapat menciptakan konflik diantara mereka.
2.      ANALISIS KARAKTER SWOT MANEJEMEN JEPANG
1.      Strength                  : kedisiplianan adalah hal utama, berorientasi kepada produktifitas
2.      Weakness                : lebih mementingkan produktifitas dari pada kepentingan lain.
3.      Oportunities          : pertumbuhan produksi lebih banyak
4.      Threat                    : rentan dengan konflik budaya.
3.      ANALISIS SWOT GABUNGAN
1.      Strength          : kedisiplinan dan menciptakan kesepakatan yang baik
2.      Weaknes          : produktifitas dalam pengambilan jalan keluat sangat mungkin akan timbul
3.      Oportunities    : pertumbuhan ekonomi akan semakin baik
4.      Threat              : kurangnya kesalahpaham antara pekerja dan pihak menejemen.
4.      Krisis yang terjadi dan penyelesaiannya
Krisis yang dihadapkan pada film ini adalah Building Crisis, yakni krisis yang terjadi lebih terfokus pada persoalan internal. Perlu diingat bahwa meskipun perusahaan memiliki peraturan kerja tersendiri, namun akibat dari suatu kebijaksanaan yang diambil berdasar peraturan itu kadang-kadang dipandang merugikan kelompok orang-orang tertentu.
Cara yang baik untuk menyelesaikan adalah dengan cara merubah sedikit kultural budaya yang akan di bawa ke Negara lain, karena kita harus beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dan kita harus terbuka dengan pendapat orang lain, karena belum tentu pendapat orang lain itu buruk.
5.      CARA STEVENSON HUNT MENYELESAIKAN MASALAH
Pertama dia berkata jujur kepada semua pekerja agar masalah itu tidak terlalu parah dan demi kebaikan hunt juga, kedua dia mendekati para menejer supaya mendapat kepercayaan yang lebih untuk menyelesaikan masalah atau berdiplomasi.
6.      Jika saya menjadi hunt
Saya akan menanamkan jiwa percaya diri kepada para pekerja dan menamkan etos kerja yang baik tanpa menghapus kepentingan pribadi yang sangat mendesak.
7.      Lebih baik mana amerika atau jepang
Menurut saya dilihat dari etos kerja maka saya memilih jepang akan tetapi mereka menyampingkan kehidupan pribadi dan tidak mau di campur adukan kedalam pabrik,
Sedangkan amerika mereka lebih fleksibel dalam bekerja, tidak mau terikat aturan  - aturan yang terlalu keras.
saya memilih amerika.
8.      Pembelajaran yang didapat
Kita sebagai manusia yang fleksibelitas kita harus dapat menentukan dan mengkondisikan dalam keadaan apapun supaya kita tidak dianggap aneh, kita juga harus mempunyai etos kerja yang tinggi supaya kita mendapat amanah yang tinggi dan mendapatkan hasil yang baik juga. Harus mampu bersosialisai dengan siapa saja, kita tidak boleh selalu mengedepankan produktifitas tetapi kita harus menjaga kualitas dalam bekerja.
Read more »

Jumat, 09 Desember 2011

"Pengalaman yang tak pernah terlupakan."

Assalmualaikum Wr.Wb


Salam sejahtera bagi agama yang lain,,

Dalam kesempatan kali ini saya akan membagi pengalaman saya,mengenai susahnya masuk perguruan tinggi yang kita inginkan,

Saya berminat untuk melanjutkan sekolah lagi ke ITS,namun kendala uang yang menjadi alasan saya terasa berat untuk masuk perguruan tinggi,hal ini tidak mematahkan semangad saya untuk masuk perguruan tinggi yang merupakan sudah tidak asing lagi di indonesia,bahkan sudah se-Asia.

Hal yang terpenting saat ini saya harus bisa lulus ujian SNMPTN untuk bisa masuk perguruan tinggi yang sangat impikan itu,saya harus belajar keras meskipun saya dari SMK,saya harus tunjukkan ke teman-teman SMA,bahwa SMK bisa!!!!!!!

Saya tetap semangat,bagaimanapun caranya saya harus bisa lulus untuk masuk ITS,,,,
setiap hari saya berdoa untuk diberi kemudahan segala urusan saya,,,,Tuhan mendengar doa.q,,,,,,,
Saya mendengar ada bantuan pemerintah,,,BIDIKMISI,,,saya langsung mendaftar,tapi apa saya sedikit kecewa karena ternyata hanya untuk jurusan Business Management,saya tetap berjuang mencari bagaimana caranya saya bisa masuk ITS,sekolah SMK di Surabaya saya datangi,waktu itu kebetilan SMK 45,disitu saya menemukan jalan,saya hubungi pihak pusat BIDIKMISI,

Saya dapat respon baik dari pusat,meskipun 1 hari terakhir pendaftaran SNMPTN,hari-hari sebelumnya saya tiap hari pulang malam,untuk mencari info,saya waktu itu sedikit kecewa dengan panitia SNMPTN,karena yang kurang bisa mengatasi masalah pendaftaran.

Waktu saya bisa login untuk mendapatkan PIN ujian SNMPTN hanya tinggal beberapa jam,karena sore saya akhirnya berhasil jadi penerima bantuan bidikmisi langsung dari pusat,tidak membuang waktu saya segera daftar SNMPTN,
Alhamduliillah pada akhirnya saya sudah memenuhi semua persyaratan ujian SNMPTN,tinggal belajar yang keras,saya sempat mendapat cemohan dari teman-teman,"gak bakal isog koen,gak les kog isok ajaib cak"
itu menjadi motivasi yang besar,saya harus menunjukkan pada mereka dengan kemauan yang tinggi tidak ada hal yang tidak mungkin.

Singkat cerita saya akhirnya bisa masuk ITS,,,,kampus impian.ku,,,disinilah saya sekarang belajar dengan teman-teman baru pastinya.....

Ini semua berhasil karena keinginan yang tinggi,jangan pernah merasa menyerah sebelum mencoba,
1 kalimat buat teman-teman semua yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi:

"Doa dan semangatlah untuk mencoba hal yang dianggap tidak mungkin oleh oranglain,serta restu orangtuamu jangan pernah kau anggap sepele"

Saya Doakan untuk teman-teman yang akan masuk Perguruan tinggi sesuai apa yang diinginkan.


Amin Ya Rabbal Alamin,,,,,,,,,,,


                                                                                                       Salam,5 Juli 2011
                 
                                                                                                        Rusdi Kurniawan
Read more »

Minggu, 13 November 2011

“Review film (alangkah lucunya negeri ini)”


  

Film ini berawal dari suatu kenyataan hidup sekumpulan pencopet dan seorang sarjana yang tak kunjung-kunjung dapat pekerjaan,dalam film ini diceritakan tentang pentingnya pengorbanan dan pendidikan dalam menjalani hidup di kota.

Ingin tahu lebih lanjut???pasti penasaran kan,,,hehehehe.....
download full ceritanya disini

Read more »

 
Powered by Blogger